Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan, semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga para pakar di bidang Politik, Sosiologi, dan Antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah bangsa, dalam bahasa Indonesia, kita juga menggunakan istilah nasional,
Tampilkan postingan dengan label Pkn X. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pkn X. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Mei 2011
PENGERTIAN BANGSA DAN NEGARA
Bangsa (nation) atau nasional, nasionalitas atau kebangsaan, nasionalisme atau paham kebangsaan, semua istilah tersebut dalam kajian sejarah terbukti mengandung konsep-konsep yang sulit dirumuskan, sehingga para pakar di bidang Politik, Sosiologi, dan Antropologi pun sering tidak sependapat mengenai makna istilah-istilah tersebut. Selain istilah bangsa, dalam bahasa Indonesia, kita juga menggunakan istilah nasional,
Jumat, 22 April 2011
C. HAKIKAT DAN ASAL MULA TERBENTUKNYA NEGARA
senelum membicarakan hakikat negara,,marilah kita bahas terlebih dahulu sifat negara yang mencakup hal-hal berikut:
1. negara bersifat memaksa.
artinya: negara mempunyai kekuatan fisik secara legal..
2. negara bersifat monopoli.
artinya: negara menetapkan tujuan bersama masyarakat ,,,yaitu menentukan mana yang boleh/baik,,,
3. negara bersifat mencakup semua.
artinya: segala peraturan perundang-undangan yang berlaku adalah untuk semua orang tanpa kecuali..............
NEGARA KESATUAN
negara kesatuan terdiri atas 2 jenis,yaitu sebagai berikut:
1. negara kesatuan dengan sistem sentralisasi
2.negara kesatuan dengan sistem desentralisasi
B. PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR TERBENTUKNYA NEGARA
Bedasarkan unsur konstitutif,negara dipandang sebagai satu kesatuan politis yang konkret(negara in concrete)sebagaimana terjelmanya negara dalam sejarahsebagai bentuk pengelompokkan sosial(sebagai asosiasi manusia).jadi,bukan negarasebagai ide yang terlepas dari kenyataan sosialnya.Negara ini dipandang sebagai gabungan antara,wilayah,penduduk dan pemerintah.BAB 1
Hakikat Bangsa
A. Manusia sebagai Mahkluk Individu dan Mahkluk Sosial
Menurut kodratnya, manusia berkedudukan sebagai :
a. Mahluk individu, dan
b. Mahluk sosial.
Manusia sebagai makhluk individu teridi dari unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa) yang tidak dapat dipisahkan. Jiwa dan raga itulah yang membentuk individu. Sebagai makhluk individu, manusia mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan caranya sendiri yaitu dengan mengandalkan ataupun mengembangkan potensi (kemampuan) yang ada pada dirinya.
Menurut kodratnya, manusia berkedudukan sebagai :
a. Mahluk individu, dan
b. Mahluk sosial.
Manusia sebagai makhluk individu teridi dari unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa) yang tidak dapat dipisahkan. Jiwa dan raga itulah yang membentuk individu. Sebagai makhluk individu, manusia mempunyai kecenderungan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dengan caranya sendiri yaitu dengan mengandalkan ataupun mengembangkan potensi (kemampuan) yang ada pada dirinya.
Langganan:
Postingan (Atom)
