Kamis, 24 Februari 2011

KUMPULAN PUISI

EPISODE KESEDIHAN
Meski tahun demi tahun bertanggalan di kalender
Ternyata air mataku menggenang
Pada setiap pergantian bulan dan musim
di perbatasan desember dan januari
kesedihan-kesedihan berkibar
Melambaikan jemari darah dan rintihan
Padahal orang telah beranjak meninggalkan luka
menyambut terompet atau gema takbir
dengan wajah penuh senyuman
memang hari ini, orang-orang melupakan
kemuraman dan kebingungan bumi
 yaitu ketika bahasa dan bangsa berjalan ala kadarnya
 Demokrasi dan korupsi berdampingan
 tanpa pertikaian. Aku pun cacing
 yang abadi menerima air mataku sendiri
 "Lupakanlah,mari bertepuk tangan
 menjatuhkan cinta dimana saja"

 Bandung,1997
 Lukman A Sya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar